Senin, 12 April 2010

KOMPETENSI DASAR YANG MENGGUNAKAN TEKNIK PEMBELAJARAN MENYIMAK EKSTENSIF MELALUI SEBUAH PERCAKAPAN

KOMPETENSI DASAR YANG MENGGUNAKAN TEKNIK PEMBELAJARAN MENYIMAK EKSTENSIF MELALUI SEBUAH PERCAKAPAN

PENDAHULUAN

A. Prinsip, Pendekatan, Metode dan Teknik Pengajaran Bahasa.
Pengajaran bahasa adalah suatu kegiatan berusaha, bertujuan, dan dilakukan dalam ruang lingkup suatu lembaga pendidikan formal. Karena itu, pengajaran bahasa memerlukan pula pedoman, aturan, prosedur, dan tata cara pelaksanaan inilah yang dalam istilah metodologi pengajaran disebut prinsip, pendekatan, metode, dan teknik pengajaran yang semuanya dimaksudkan untuk mencapai tujuan-tujuan pengajaran bahasa.
Dalam dunia kemiliteran, semua siasat, kebijaksanaan, rencana untuk mencapai tujuan (misalnya merebut daerah yang diduduki musuh) disebut strategi, yakni strategi pertempuran. Konsep dan istilah ini kemudian digunakan dalam dunia pendidikan, khususnya pengajaran, menjadi strategi pengajaran atau strategi pembelajaran atau strategi proses belajar mengajar. Jika kita kembali kepada uraian diatas kita dapat menyimpulkan bahwa prinsip, pendekatan, metode, dan teknik pengajaran adalah komponen strategi pengajaran/ pembelajaran/ belajar mengajar. Dengan kata lain, membicarakan strategi belajar mengajar adalah membicarakan prinsip-prinsip pengajaran, pendekatan-pendekatan pengajaran, metode-metode pengajaran, dan teknik-teknik pengajaran, dan komponen-komponen pendukung.

B. Pengertian Strategi Pembelajaran.
Strategi Pembelajaran yaitu Suatu tindakan praktek mengenai cara-cara membelajarkan siswa supaya dapat mencapai tujuan instruksional secara efisien dan efektif.




ISI

Teknik pembelajaran yang saya susun mengenai rangkaian kompetensi dasar tentang materi pembelajaran dibawah ini menggunakan teknik pembelajaran menyimak ekstensif yang mengacu pada metode pembelajaran langsung. Dengan contoh soal siswa menyimak sebuah rangkaian percakapan.
Standar Kompetensi :
- Mampu mendengarkan dan memahami berbagai wacana lisan dalam berbagai ragam bahasa Jawa.
Kompetensi Dasar :
- Mendengarkan dan memahami percakapan dalam berbagai kegiatan di lingkungan sekolah dan dirumah / masyarakat.
Indikator :
- Siswa mampu mengungkapkan isi percakapan secara lisan maupun tulis dalam berbagai ragam bahasa jawa.
- Siswa mampu mengajukan dan menjawab pertanyaan sesuai konteks pembicaraan.
Materi Pokok :
- Teks percakapan tentang kegiatan disekolah dan dirumah antar siswa dengan siswa, siswa dengan guru dan siswa dengan masyarakat/orang tua.

Keterangan:
 Percakapan yang dilakukan dua orang atau lebih, dengan cara bercakap – cakap dan bisa menanggapi secara langsung . Dalam hal menyimak percakapan cara penulisannya yaitu : yang berbicara dan yang menanggapi diberi sepasi menggunakan tanda titik dua, yang dibicarakan diapit dengan menggunakan tanda pangkat ( tanda petik ).

Contoh teks soal yang akan disimak para siswa, yang diputar menggunakan media audio dan alat bantu yang lain.

PITEPUNGAN ING SEKOLAHAN

Agus : “Kok lungguh ijen, apa ora ana kanca Mas ?”
Bambang : “Ora ana, lha kowe kok ijen wae kancamu ana ngendi ?”
Agus : “Yen sing nunggal kelas iki aku durung duwe kanca, kancaku sing nunggal SD biyen beda kelas.”
Bambang : “Wah yen ngono padha. O, iya ditepungake jenengku Bambang, yen kowe sapa jenengmu ?”
Agus : “Aku Agus Waluya, omahmu ngendi mbang ?”
Bambang : “Omahku ana ing Pekudhen, saburine Lawang Sewu kuwi lho !”
Agus : “Wah, saben dina bisa ndeleng Lawang Sewu ?”
Bambang : “Bener, nanging marga wis kulina ya ora ana sing ngramake dadi wis biasa, yen Agus omahe ngendi ?”
Agus : “Omahku ana ing poncol, sakiwane setasiun, ndilalah awake mapan ing sacedhake bangunan kunan ing semarang iki. Apa kowe ngerti sejarahe gedhung Lawang Sewu kuwi mbang ?”
Bambang : “Wah aku ora ngerti, mbok menawa eyangku priksa, ngertiku marga lawange akeh banget mula diarani Lawang Sewu. Yen kowe ngerti sejarahe Setasiun Poncol kuwi ?”
Agus : “Yen mbangune kapan, sapa sing mbangun aku ora ngerti. Nanging sing mesthi wiwit biyen nganti saiki papan iku kanggo mandhege sepur, bener ta ?!”
Bambang : “Bener, bener Gus !” E, kae wis mlebu maneh ayo enggal tata-tata baris !”
Agus : “Ayo…….!”

Contoh soal pertanyaan yang akan dijawab oleh siswa dalam materi menyimak percakapan di atas.
Pertanyaan :
1. Sapa sing nindakake pacelathon kasebut ?
2. Kapan pacelathon iku ditindakake ?
3. Bocah loro mau kelas pira ?
4. Sapa sing miwiti guneman ?
5. Apa sing pada diomongake ?
6. Omahe sapa sing cedhak setasiun Poncol ?
7. Omahe sapa sing cedhak Lawang Sewu ?
8. Miturut dheweke, ana rong bab sing dirasakake padha, bab apa wae ?
9. Bangunan kuna apa sing ana sacedhake Lawang Sewu ?
10. Kajaba Setasiun Poncol, setasiun ngendi sing ana Semarang ?

Cara pelaksanaan mengenai contoh soal diatas yang menggunakan teknik pembelajaran menyimak secara ekstensif yang mengacu pada metode pembelajaran langsung, berikut penjelasannya :
Penjelasan mengenai teknik pembelajaran menyimak secara ekstensif :
Tujuan :
Siswa dapat meramu informasi dengan cermat, cepat, dan tepat dari berbagai informasi yang mereka dengar/simak dengan topik yang sama. Siswa mendengarkan berbagai informasi dari cerita guru, kaset, tv, pidato orang lain dengan topik yang sama, dan sebagainya sambil memahami makna informasi tersebut kemudian meramu informasi itu berdasarkan pemahamannya sendiri.
Alat yang digunakan :
Kaset, tape recorder, dan alat bantu yang lain.
Kegiatan teknik pembelajaran ini dilaksanakan secara penjelasan perseorangan yang nantinya dapat dibentuk beberapa kelompok. Dengan sebuah susunan cara pelaksanaannya dibawah ini, dengan materi soal tentang menyimak sebuah percakapan.

Cara pelaksanaan :
1. Guru memberikan pengantar singkat tentang pelaksanaan teknik pembelajaran hari itu.
2. Putarkanlah rekaman informasi mengenai percakapan yang dirangkai diatas.
3. Siswa menyimak informasi tersebut.
4. Siswa secara berkelompok disuruh untuk mendengarkan langsung rekaman soal percakapan yang akan dibahas oleh masing-masing kelompok didepan kelas.
5. Siswa mengidentifikasikan berbagai informasi yang diterimanya berdasarkan tempat, pelaku (siapa dengan siapa), waktu, tentang apa, mengapa, bagaimana, dan bermakna apa.
6. Siswa mendiskusikan hasil identifikasi ke dalam kelompok.
7. Siswa melaporkan hasil diskusi tersebut di depan kelas dan kelompok lain memberikan tanggapan maupun penilaian.
8. Siswa menyimpulkan dan merefleksi pembelajaran yang mereka lakukan pada hari itu.

Penjelasan mengenai metode pembelajaran langsung :
Metode pengajaran langsung dirancang secara khusus untuk mengembangkan belajar siswa tentang pengetahuan prosedural dan pengetahuan deklaratif yang terstruktur dengan baik dan dapat dipelajari selangkah demi selangkah.
Langkah-langkah yang disusun :
1. Pembelajaran dimulai dengan dialog atau humor yang pendek dalam bahasa jawa dengan gaya bahasa yang santai dan nonformal.
2. Materi mula-mula disajikan secara lisan dengan gerakan atau isyarat tertentu, dramatisasi, dan gambar-gambar.
3. Tanya jawab berdasarkan bahasa yang dipelajari dengan memberikan contoh yang merangsang siswa.
4. Tata bahasa diajarkan secara induktif.
5. Kata-kata digunakan dalam percakapan-percakapan.
6. Siswa yang sudah maju diberi bacaan sastra untuk pemahaman dan kenikmatan tetapi bahasa dalam bacaan tidak dianalisis secara struktural atau sistematis.
7. Budaya yang relevan diajarkan secara induktif.


KESIMPULAN

Menanggapi tentang pembuatan kompetensi dasar (Mendengarkan dan memahami percakapan dalam berbagai kegiatan di lingkungan sekolah dan dirumah / masyarakat), yang saya susun diatas dengan diikuti beberapa indikatornya diharapkan (Siswa mampu mengungkapkan isi percakapan secara lisan maupun tulis dalam berbagai ragam bahasa jawa, Siswa mampu mengajukan dan menjawab pertanyaan sesuai konteks pembicaraan ) disertai sebuah contoh soal tentang percakapan. Nantinya percakapan tersebut akan disimak oleh para siswa menggunakan teknik pembelajaran menyimak ekstensif yang mengacu pada metode pembelajaran langsung, dan melalui pengawasan guru. Siswa diharapkan dapat mengidentifikasikan simakan percakapan tersebut dengan menjawab beberapa contoh soal diatas. Semoga apa yang saya susun tentang kompetensi dasar berserta rancangannya dapat bermanfaat bagi para pembaca.


DAFTAR PUSTAKA

Suyatno. Teknik Pembelajaran Bahasa dan Sastra, Penerbit SIC, Surabaya 2004.

Tim Sosialisasi KTSP, Pinter Basa Jawi, Sumber ilmu, Semarang 2007.

Drs. Rustono, Strategi Mengajar Masa Kini.

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Teori Pembelajaran bahasa ,1997.

Tidak ada komentar: